Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Chick Magnet


Chick Magnet
Soal Remaja Jadi Lagu

Grup band indie bernama Chick Magnet ini terfokus pada aliran punk rock. Aliran ini sudah menjadi pilihan sekaligus semangat mereka dalam bermusik.

----------


BAGI para personel Chick Magnet, suatu aliran dapat menghidupkan karakter suatu band. "Kami memang kental dengan warna punk rock. Namun, kami juga mengkombinasikan warna tersebut dengan berbagai unsur seperti mozas sedikit alternative, pop, dan hardcore pada balutan punk," ungkap Rambo, salah seorang personel Chick Magnet. Ditambahkan Tom, musik bagi tiap personel sangat melekat dalam kehidupan mereka. Menurut mereka, musik merupakan media penyalur dalam menumpahkan karya dan kreativitas yang positif.

Semua perseonel Chick Magnet yang terbentuk pada pertengahan April 1999 ini memang menyukai musik cadas. Bermula dari nongkrong dan ngumpul di setiap event musik, Chick Magnet yang berpersonelkan Tom (bass/vokal), Rambo (gitar/vokal), Freddy (gitar/vokal),dan Rodi (drum) ini pun terbentuk. Grup ini telah melansir album demo yang berisikan delapan lagu. Ke-8 lagu tersebut masing-masing berjudul "Suara hati", "Hasrat", "Stop At Women", "Juli 12", "Catherina", Terpesona", "Dunia Baru" dan "Good Night".

Diakui Tom, inspirasi yang didapat dalam menghasilkan karya lagu tak lain dari pengalaman pribadi mereka. Baginya, balutan problema remaja mewarnai kisah lagu-lagu Chick Magnet. "Kami lebih mengangkat persoalan remaja dalam kisah cinta, sosial, persahabatan, dan juga seks. Apalagi usia remaja paling banyak menghadapi lika-liku persoalan yang universal dan kadang kala terjepit pada kasus interen," papar Tom.

Dalam mempertahankan eksistensinya di jalur musik, personel Chick Magnet mengaku punya cara tersendiri. Bagi Rambo, kekompakan dan rasa kebersamaan dalam sebuah grup band menjadi senjata utama mereka tetap bertahan sampai kini. Tentang arti kata Chick Magnet, Tom mengatakan, itu terinspirasi dari lagu MXPX -- salah satu idola mereka. "Tidak ada arti khusus dari nama tersebut. Ketika kami manggung sebelumnya, Chick Magnet kerap kali membawakan lagu milik mareka. Namun, kalau dibelokkan, Chick Magnet sendiri kami artikan sebagai pemikat wanita dan pikiran kami pada wanita saja. Seperti dua buah magnet yang saling tarik menarik," ungkap Tom.

Lantas, apa harapan Chick Magnet ke depan nanti? "Kami ingin memiliki studio rekaman sendiri hingga memudahkan kami dalam proses latihan dan rekaman. Namun, kami sadar ke arah sana perlu waktu dan biaya yang tidak sedikit. Kami akan berusaha mewujudkannya," papar Rambo sembari mengatakan Chick Magnet tengah mempersiapkan album perdana.

Diakui Rambo, banyak band indie yang telah lahir dengan jati diri yang khas. Menurutnya, hal ini membuktikan jika band indie Bali telah siap bersaing dan berkibar di tingkat nasional. "Kami sebagai salah satu band indie Bali sangat bangga dan merasa termotivasi. Semoga akan ada band indie yang mengekor kesuksesan SID (Superman Is Dead) yang telah berhasil masuk major label. Saat ini Chick Magnet akan berkarya semaksimal mungkin untuk ditunjukkan kepada masyarakat," imbuhnya

Menurut para personel Chick Magnet, sebaiknya antar band indie Bali tidak perlu ada persaingan. Bagi Tom, persaingan justru bisa memecah belah kebersamaan baik dalam karya maupun persahabatan. "Apapun alasannya, sangat tidak baik menganggap band yang lain sebagai saingan. Kami band indie jatuh bangun bersama. Merasa band sendiri lebih baik dari band lainnya malah membuat kami akan terpecah. Kami akan selalu berbagi dalam karya baik itu berupa masukan ataupun kritikan, kami siap menerimanya," ungkap Tom.

Chick Magnet sempat bergabung di album kompilasi berjudul "Rock After School" yang mencantumkan 15 band indie Bali. Tidak hanya itu, grup ini juga sempat tampil dalam acara Kuta Karnival belum lama ini.


download chick magnet - jangan menyerah mp3 free

Post a Comment for "Chick Magnet"